MENGENANG KEPERGIAN RINI DEWI RATNA LESTARI BINTI SOEDIRMAN ABDULLAH KE HARIBAAN ALLAH SWT.
Written on December 22, 2009 – 10:42 am | by admin

Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin, ar-rahmaanir-rahiim. Hanya dengan nikmat Allah SWT kita dapat melalui saat-saat menyenangkan dan saat-saat tidak menyenangkan dalam keadaan iman islam. Pada hakekatnya kejadian di dunia ini tidak ada yang terjadi secara kebetulan, semuanya sudah ada dalam kitab yang terpelihara (Lauh Mafuzh). Fa bi ayyi aalaa’i rabbikumaa tukadzdzibaan.
Telah berpulang ke haribaan Allah SWT Rini Dewi Ratna Lestari binti Soedirman Abdullah, pada hari Senin dini hari tanggal 16 Nopember 2009 di Rangkasbitung. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Allahummaghfir lahaa, warhamhaa, wa ‘afihaa, wa’ fu‘anhaa, wa ‘adzkhilhaa janata, wa qihaa fitnata qabri wa qihaa ‘adzaabannaar. Allaahumma laa tahrimnaa ajrahaa wa laa taftinnaa ba’dahaa waghfir lanaa walahaa.
Almarhumah dalam keluarga Soedirman Abdullah adalah seorang anak yang menyejukkan hati ibu-bapaknya, seorang adik dan juga seorang kakak yang solehah yang menjadi panutan dalam melakukan peribadatan dan juga bermuamallah. Cita-citanya ingin menyenangkan hati kedua orang tuanya, tidak ingin menyusahkan orang tua dan tidak juga orang lain. Keinginannya adalah membantu siapapun yang membutuhkan pertolongannya dan selalu berusaha mendapatkan yang terbaik. Semuanya telah diusahakan dan dilakukan dengan sabar, tawakal dan qanaah. Rabbanaa taqabbal minha innaka antas samii’ul ‘aliim.
Berita kematianmu sungguh tidak terduga, karena masih segar dalam ingatan saat engkau berceloteh tentang pengalamanmu mengikuti latihan dasar kemiliteran dengan penuh canda bersama ibu-bapak, adik-adik dan keponakanmu dalam perjalanan senja hari menuju rumah. Engkau mencoba tersenyum untuk menghibur orang-orang di sekitarmu, walaupun terlihat sangat lelah. Dengan dibalut pakaian yang sangat lusuh, di mata keluargamu engkau terlihat sangat cantik dan bercahaya. Saat engkau berpamitan kepada ibu-bapakmu untuk melaksanakan tugas kantor ke Rangkasbitung terlihat biasa-biasa saja dan cahayamu juga tetap bersinar. Ketika engkau meminta ayahmu mengantarkan file yang tertinggal ke kantormu di pagi hari dan ketika engkau tidak membalas pesan singkat adikmu di pagi buta, membuat hati ini berdebar terlebih lagi ketika engkau tidak menjawab panggilan ayahmu melalui ponsel. Suatu hal yang tidak biasa kamu lakukan sebelumnya; sesibuk dan sesulit apapun, kapan dan dimanapun engkau berada. Akhirnya berita duka itu datang juga dari petugas kepolisian Rangkasbitung, tidak lama setelah ayahmu tiba di rumah selesai melaksanakan amanahmu yakni mengantarkan file itu. Kata-kata yang paling tepat terucap saat itu hanyalah: Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un.
Al-hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin, berkat doa dan bantuan semua pihak kewajiban seorang muslim dalam mengurus jenazah telah dilakukan dengan baik dan tertib. Keluarga Soedirman Abdullah sebagai ahli waris mendapat amanah untuk menyelesaikan hutang-hutang almarhumah oleh karena itu dengan segala kerendahan hati kami menghimbau saudara, sahabat, teman dan rekan kerjanya dapat menyeselesaikan hal tersebut dengan ahli waris secara ma’ruf. Keluarga Soedirman Abdullah juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas doa dan bantuannya untuk kepergian Rini Dewi Ratna Lestari binti Soedirman Abdullah; jazaakumullaahu khairaan katsiraan. Rabbigh fir lii, wa li waalidayya wa liman dakhala baitiya mu’minaw wa lil mu’miniina wal mu’minaat. Amin ya rabbal ‘aalamiin.
Selamat jalan anakku, saudaraku, sahabatku, rekan kerjaku dan kekasihku; semoga Allah SWT selalu memberimu kebaikan. Hal jazaa’ul ihsaani illal ihsaan.

Wa man ‘amila shaaliham min zakarin au untsaa wa huwa mu’minun fa ulaa’ika yadkhuluunal – jannah.
selamat jalan bunda, doa ayah akan senantiasa menyertai bunda selamanya.
Berita terkait :
Dewi Ratna Lestari
KOMPAS.com – Dewi Ditemukan Meninggal di Hotel
























One Response to “MENGENANG KEPERGIAN RINI DEWI RATNA LESTARI BINTI SOEDIRMAN ABDULLAH KE HARIBAAN ALLAH SWT.”
By tidaksakitjiwa on Jan 3, 2010 | Reply
turut berduka cita maklum jarang OEL